PSM JUARA !!!
Final leg ke dua Piala Indonesia akhirnya resmi digelar di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar. Setelah pada leg pertama PSM Makassar tertinggal 1 - 0, di leg ke dua PSM Makassar berhasil kemenangan telak 2 - 0 yang akhirnya berhasil meraih gelar juara Piala Indonesia untuk pertama kalinya. Dua gol PSM Makassar dicetak oleh Aaron Evans pada menit ke (3’) dan gol kedua dicetak oleh Zulham Zamrun pada menit (49’). PSM Makassar pun memborong beberapa gelar individu, sebagai berikut :
- Pemain muda terbaik: Asnawi Mangkualam Bahar (PSM)
- Pemain terbaik: Zulham Zamrun (PSM)
- Topskor: Zulham Zamrun (PSM) & Amido Balde (Persebaya)10 gol.
Pertandingan final leg kedua ini sejatinya diadakan pada tanggal Minggu (28/7/2019).
Tetapi sehari sebelum pertandingan terjadi insiden pelemparan terhadap bus pemain persija pada Sabtu (27/7/2019) mengakibatkan dibatalkannya pertandingan Final leg kedua.
Minggu (28/7/2019) puluhan ribu suporter telah menanti dimulainya pertandingan. Membludaknya animo suporter untuk menyaksikan tim kebanggaan mereka menjuarai turnamen piala Indonesia, beberapa ruas jalan di sekitar stadion Andi Mattalatta, Mattoangin pun ditutup demi faktor keamanan, lokasi nobar pun bertebaran di hampir setiap sudut kota Makassar. Namun ketika waktu kick off menjelang tim Persija tak kunjung hadir di stadion, seketika penonton pun mulai resah, tak ingin keresahan suporter berubah menjadi amuk kemarahan, akhirnya setelah mendapat kejelasan dari pihak PSSI, CEO PSM Makassar Munafri Afriuddin atau yang akrab disapa “Appi” turun ke tengah lapangan dan memberikan klarifikasi yang intinya pertandingan dibatalkan karena faktor keamanan. Tak mau kecolongan pihak kepolisian pada Final leg kedua ini menerjunkan sekitar 5000 personel untuk mengamankan laga ini.
Penantian panjang “ AYAM JANTAN DARI TIMUR “
Gelar juara kali ini walaupun diraih di ajang Piala Indonesia tentu berhasil menghapus dahaga gelar yang telah sekian lama dirasakan PSM Makassar. Di ajang Gojek Traveloka Liga 1 PSM Makassar hanya mampu menjadi runner-up setelah lawan mereka kali ini Persija berhasil meraih gelar juara. PSM Makassar dua musim terakhir memang tampak lebih mumpuni di segala sisi, mulai dari pemain, pelatih sampai manajemen, minus stadion tentunya, mengingat tim sekelas PSM masih seharusnya memakai stadion yang lebih berkelas daripada yang dipakai saat ini.
PSM Makassar didirikan pada tanggal 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepak bola bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian hari tercatat sebagai cikal bakal lahirnya Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).
Sejak era Liga Indonesia dimulai tahun 1994 PSM Makassar berhasil meraih satu kali gelar liga pada tahun 2000 dan menjadi runner-up di empat musim yaitu 1995/1996, 2001, 2003, dan 2004.
Sebelum era kepelatihan Robert Rene Alberts hingga pelatih saat ini Darije Kalesic pada liga Indonesia musim 2003 dan 2004 merupakan era kejayaan PSM Makassar walaupun di akhir musim selalu gagal mengangkat trofi. Nama nama beken saat itu menghiasi tim ini mulai dari pelatih Miroslav Janu di kursi pelatih, pemain depan seperti Christian Gonzales, Oscar Aravena, pemain tengah seperti Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin. Sektor pertahanan pun diisi nama nama langganan timnas saat ini Ortizan Salossa, Charis Julianto sampai Jack Komboy. Walaupun tak sempat menghasilkan gelar dan hanya menjadi runner up namun permainan PSM Makassar saat itu adalah yang terbaik dan enak ditonton sebelum era kepelatihan Robert Rene Alberts.
Robert Rene Alberts pelatih asal Belanda datang ke PSM Makassar pada saat PSM belum seperti sekarang, target akhir musim yang diusung Robert juga tidak muluk muluk. Pemain banyak yang dipertahankan dan hanya melepas beberapa nama yang jarang mendapat menit bermain. Ferdinand Sinaga salah satu nama yang sempat pergi bermain di Liga Malaysia walau setengah musim akhirnya kembali bermain bersama PSM, nama nama seperti Abdul Racman, Marc Klok, Wiljan Pluim, Rizky Pellu, Zulkifli Syukur telah bermain bersama lebih dari dua musim, perpaduan pemain muda dan pemain berpengalaman juga jadi faktor penentu permainan PSM. Di awal liga musim 2019/2020 pelatih Robert Rene mengundurkan diri dengan alasan kesehatan sehinga PSM pun resmi menunjuk Darije Kalesic pelatih asal Bosnia Herzegovina.
Apa yang diraih PSM Makassar hari ini tidak lepas dari dukungan Maczman kelompok suporter PSM. Mungkin ada yang masih ingat ketika pertandingan terakhir musim lalu ketika psm dipastikan hanya bisa menjadi runner-up liga, seketika setelah peluit panjang dibunyikan ribuan suporter tumpah ruah berlari ke dalam lapangan untuk memeluk dan menyalami semua pemain PSM tidak sampai disitu saja mereka juga menghapus air mata para pemain yang kecewa karena gagal menjadi juara. Tahun lalu kami gagal tapi tahun ini SAATNYA JUARA.
0 Response to "MACAN KEOK DIPATUK SI AYAM JANTAN DARI TIMUR... EWAKO PSM....!!!"
Posting Komentar