Masa depan tergantung sebuah keberuntungan, Namun keberuntungan akan selalu berpihak dengan beberapa pola khas startup yang perlu anda ketahui.
MANFAAT BACA.,Generasi millennial di Era Industry 4.0, yang menjadi rujukan singkat yang dipublikasi dari beberapa sumber tepercaya seperti salah satunya adalah Trito, Generasi Millennial, yang juga punya nama lain Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997. Dari generasi ini banyak menghabiskan umurnya di dalam dunia kerja. Sehingga dengan hal seperti ini sangat berpengaruh terhadap pola kerja, ekspektasi pekerjaan sehingga dapat menentukan perkembangan kariernya.
Ada beberapa hasil riset yang menemukan fakta bahwa generasi millennial menggemari bekerja dengan waktu yang fleksible, itulah alasan selalu ingin cepat dalam perkembangan akselerasi karrier. Riset ini berdasarkan suveri Forbes yang dilakukan Rosemary Haefner, Vice President Human Resources di CareerBuilder.
Berikut adalah beberapa ciri bekerja dari generasi millennial yang umum ditemukan di tempat kerja.
1. Fleksibilitas waktu kerja
![]() |
| Sumber foto = google |
Sering Bahasa terdengar “Jangan terlambat bangun, nanti rejeki kepatok ayam”, majas yang memiliki makna yang dalam pada jamannya. Namun beda dengan hari ini, dan generasi millennial mampu membalikan dengan majas baru yaitu “Biar rejeki kepatok ayam di pagi hari, karena di waktu siang ataupun malam aku akan memakannya”
Kedua majas di atas memiliki pemaknaan yang berbeda tergantung cara dan tindakan kita dalam menyikapi sebuah peluang.
Hal ini kemudian terbukti dengan kondisi jam kerja yang terpengaruh dengan perilaku para pekerja millennial yaitu jam 10 pagi karena disebabkan oleh dominasi pekerja adalah kaum millennial. Kebijakan ini diterapkan dengan melihat beberapa pertimbangan yaitu mengikuti pola pikir millennial dan didukung oleh jam produktifitas yang berbeda-beda setiap orangnya.
2. Fleksibilitas tempat kerja
![]() |
| Sumber foto = google |
Travelling Bahasa kekinian yang setiap orang memiliki cara masing-masing untuk memaknai sebuah perjalanan. Semua orang berhak atas pemaknaannya sendiri terlepas dari itu benar atau salah. Selain itu, mereka sangat menggemari bekerja dengam waktu yang fleksible. Sehingga generasi millennial mampu mengoptimalkan seluruh kemampuannya untuk bisa berkerja dan mendapatkan hasil yang maksimal. Generasi millennial sangat dekat dengan hal-halk yang creative. Dengan creativitas yang tinggi sehingga mampu melahirkan banyak inovasi di era industry 4.0, itu adalah harapan kedepannya.
![]() |
| Sumber foto = google |
3. Tim kerja, yang santai dan asyik
![]() |
| Sumber foto = google |
Persaingan saling menjatuhkan bukan tipikal kaum millennial. Berkumpul, diskusi, sampai pada kolaborasi konsep yang merupakan ciri khas dari generasi ini. Segala sesuatu akan lebih optimal ketika dikonsepkan dan dikerja secara Bersama sama. Saling berbagi ilmu dan motivasi yang positif sehingga tak ada waktu untuk membuktikan diri hebat secara personal.
Berkumpul Bersama, berkembang Bersama dan bahagiapun Bersama.
4. Lingkungan kerja yang kondusif
![]() |
| Sumber foto = google |
Ciri khas santai adalah cerminan kaum millennial, bukan dalam pemahaman negative yg santai berarti lambat melainkan pemahaman positif yakni mereka tidak suka kerja di bawah tekanan, entah itu terikat waktu maupun tempat.
Bukti konkrit hari ini yang dilakukan oleh perusahaan GOOGLE yang mendesign kantornya bak taman bermain atau tempat rekreasi dan memberikan kebebasan waktu bekerja untuk semua karyawannya.
5. Akselerasi karrier
![]() |
| Sumber foto = google |
Millennial sangat suka dengan hal-hal yang cepat mulai dari koneksi internet sampai perkembangan karir mereka. Mendapatkan promosi diperusahaan merupakan hal yang wajar dihadapi oleh semua didunia pekerjaan. Millennial sendiri selalu antusias akan perkembangan dan pergantian posisi di lingkungan kerja mereka.
Mereka bahkan bisa cepat bosan bila bekerja diposisi yang sama dalam waktu setahun. Maka dari itu, perusahaan yang menampung banyak generasi millennial harus juga strategis memikirkan changing role guna tetap mengoptimalkan produktifitas millennial diperusahaan tersebut.






0 Response to "BEBERAPA POLA KHAS STARTUP GENERASI MILLENNIAL"
Posting Komentar