BEBERAPA PENGETAHUAN DASAR, PENGETAHUAN UMUM DAN JUGA ASPEK ASPEK PENTING DALAM DUNIA FOTOGRAFI SERTA BEBERAPA GENRE FOTO YANG PERLU ANDA KETAHUI
MANFAAT BACA., Di era baru seperti sekarang ini,
dunia fotografi cukup diminati oleh banyak kalangan. Untuk mengabadikan sebuah
moment butuh sekurang kurangnya sedikit kecakapan untuk bisa membidik objek
dalam sebuah frame sehingga dapat menghasilkan gambar yang bagus. Hal tersebut
bermunculan dibarengi dengan tersedianya banyak media sosial yang bisa
mendukung terekspostnya gambar gambar tersebut. karena maraknya dunia sosial
media sehingga mampu mempengaruhi orang banyak untuk menyukai dunia fotografi.
Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, tentu kita harus mengetahui
pengetahuan dasar tentang fotografi.
Berikut adalah beberapa pengetahuan dasar tentang fotografi :
1. Mengenal Jenis Kamera
Untuk mendapatkan sebuah hasil
foto yang maksimal tentu seorang fotografer harus mengunakan kamera yang
sesuai. Karena itu sebelum kita membahas lebih jauh, awalnya kita harus mengenal
jenis jenis kamera sehingga menjadi gambaran untuk kita. Jenis jenis kamera
seperti berikut : kamera analog, kamera pocket atau kamera saku, kamera
prosumer, kamera DSLR, kamera mirrorless, dan medium format. ketahui semua
jenis kameranya, dan pahami semua kekurangan dan kelebihan dari masing masing
jenis kamera tersebut.
2. Mengenal Titik Fokus
Untuk hasil yang lebih baik, anda
harus memahami penempatan titik focus sehingga objek yang anda bidik bisa
terekam dengan detailnya. ketika anda belum terlalu paham saat menggunakan mode
auto focus, anda bisa menggeser panel pada lensa sehingga anda bisa mengatur
titik fokus secara manual. Saat pada posisi mode manual focus, ada bisa memutar
ring focus untuk menempatkan zona fokus sesuai yang anda inginkan. mode auto
focus lebih mempermudah anda untuk lebih cepat mengunci setiap titik focus yang
anda inginkan,. mode auto focus ini sangat cocok untuk pengambilan gambar untuk
objek yang sedang bergerak atau sport.
3. Mengenal Diafragma
Diafragma atau Aperture adalah bukaan
pada lensa. pada kamere ada akan menemukan beberapa simbol, salah satunya
adalah F. simbol F menunjukan tentang Aperture. Fungsi dari diafragma atau
aperture ini adalah untuk menentukan area DOF sebuah objek. Semakin kecil nilai
F maka bukaan lensa semakin besar, sehingga efek yang ditimbulkan adalah
background dari objek kelihatah lebih bokeh atau blur. sedangkan ketika semakin besar nilai F
maka bukaan lensa semakin kecil, sehingga efek yang ditimbullkan adalah semua
area yang terdapat dalam freming gambar terlihat tajam semua.
4. Mengenal Shutter Speed
Shutter speed merupakan salah
satu pengetahuan dasar fotografi yang sangat penting untuk diketahui. pemahaman
tentang shutter speed adalah kecepatan penutupan mirror untuk membatasi jumlah
cahaya yang masuk ke sensor kamera. shutter speed menggunakan satuan detik
untuk menentukan kecapatan speed untuk merekam sebuah gambar. sehingga tentang
shutter speed untuk menentukan mantion (bergerak atau diam) sebuah objek pada
gambar. dari pentuan shutter speed kita bisa menghasilkan banyak karakter foto.
seperti jenis foto slow speed (long exposure), stop montion, panning, dan ada
beberapa karakter foto lainnya.
5. Mengenal ISO
ISO ada sebuah fitur pendukung
lain setelah shutter speed dan aperture. ISO adalah sensitifitas sensor kamera
terhadap pencahayaan. ISO membantu pencahayaan pada sebuah objek gambar sesuai
dengan jumlah cahaya yang ada. memotret dalam keadaan minim cahaya, penggunaan
ISO sangat disarankan. Namun banyak kekurangan dari penggunaan ISO saat motret.
semakin tinggi ISO yang digunakan, gambar yang dihasilkan semakin kurang bagus
karena gambar akan kelihatan kotor, karena sensifitas sensor yang tinggi akan
menimbulkan noise pada gambar. dan juga sebaliknya, semakin rendah ISO, semakin
rendah juga potensi akan timbulnya noise.
6. Mengenal White balance
penentuan white balance untuk
menentukan karakter warna sebuah gambar. white balance itu tentang temperature
pencahayaan sehingga dalam pemilihan jenis WB akan sangat mempengaruhi karakter
warna gambar yang akan dihasilkan. berikut ini adalah beberapa contoh tentang
pemilihan jenis WB sesuai kondisi saat motret. Ketika ada motret pada siang
hari dan berada di bawah pohon, anda bisa mengunakan shade. Atau saat cuaca
mendung anda bisa menggunakan cloudy. ada juga pengaturan WB dengan menggunakan
nilai, karakter temperature dari pilihan ini adalah hot dan cool. semakin
tinggi nilainya WB yang digunakan maka karakter warna pada gambar akan semakin
warm, dan sebalik akan semakin cool.
Ketika anda pencipta fotografi,
harusnya mengetahui tentang pengetahuan dasar ini. Dari pengetahuan dasar ini
mungkin bisa membantu anda untuk bisa menghasilkan gambar yang bukan hanya
sekedar indah saja melainkan juga bermakna.
Beberapa pengetahuan umum tentang dunia fotografi
Pada sekitaran tahun 1920-an,.
hadir design kamera kamera yang bisa dibawa kemana mana. Sejak saat itu
kebebasan memotret secara spotan oleh para fotografer mulai berkembang.
Mengabadikan semua moment moment tanpa rekayasa atau situasi yang terjadi secara
natural tanpa direncanakan sebelumnya. Sejak saat itu banyak kalangan mulai
mencintai dunia fotografi berkat karya karya yang dihasilkan oleh para
fotografi jalanan atau street fotography.
Fotografi jalanan atau street
photography adalah kegiatan pemotretan yang lebih dikhususkan pada kehidupan
sehari hari manusia, entah di jalanan atau di ruang public lainnya. untuk saat
sekarang banyak kalangan fotografer menamakan street photography ini dengan
sebuatan Human Interest (HI). pengabadian moment dari keseharian manusia tanpa
rekayasa. terpenting dari street fotography ini terletak pada si fotografernya,
bagaimana dia bisa menghasilakan gambar dengan olah digital seminimal mungkin.
Objek foto dari street photography ini tidak kakuh hanya ada pada jalanan saja
tetapi terdapat pada semua ruang public yang terdapat aktivitas manusia sehari
hari.
Perkembangan dunia fotografi ini
sempai sekarang pertumbuhan peminatnya cukup banyak, di Indonesia contohnya.
genre dari street photography cukup banyak memikat untuk kalangan fotografer di
negara ini. Anda bisa menemukan banyak sekali komunitas kamunitas pencinta
fotografi di berbagai kota yang ada di indonesia. Dari semua kamunitas ini
walau tidak begitu banyak anggotanya, namun jiwa solidaritas selalu menjadi
semangat bagi mereka.
Berikut adalah beberapa aspek penting yang harus dipahami oleh seorang fotografer sebelum iya memutuskan untuk memotret ke jalanan (street photography).
1. Pahami Ruang Publik
street photography harus bisa
sekali memahami tentang batasan batasan yang terdapat pada ruang public pada
umumnya. karena ruang pablic menjadi tempat aktivitas kebanyakan masyarakat
pada umumnya. sehingga para street photography dalam mengahasilkan gambar harus
bersifat terbuka, dan tanpa ada intervensi kepetingan dari pihak pemerintah
setempat atau pihak swasta lainnya.
2. Tanamkan Jiwa Flaneur
Sebagai seorang fotografer yang
bergenre street photography, harus tertanam dalam jiwanya seperti di katakan
oleh salah seorang fotografer ternama dari hongaria, robert capa perna berkata
" Jika anda tidak mendapatkan foto yang bagus, berarti anda kurang
dekat". Kata dekat pada kalimat ini bukan berarti jarak antara si
fotografer dengan objeknya melainkan kedekatan dengan lingkungan sekitar dan
juga kedekatan dengan dunia fotografi itu sendiri. Untuk bisa berbaur dengan
semua itu, seorang fotografer harus memiliki jiwa flaneur atau pelancong. atau
sebutan kekinian adalah gemar traveling. sehingga anda bisa mengenal dan
mengetahui lebih banyak dari sebelumnya.
kebanyakan fotografer street
photography, ketika menemukan objek yang bagus biasa memotret lalu pergi tanpa
ada interaksi dengan objek tersebut, istilahnya biasa disebut 'hit and run'.
sebenar tidak melanggaran aturan, atau sesuatu yang tidak baik tetapi alangkah
lebih baiknya seorang fotografer bisa berinteraksi sehingga bisa membangun
kedekatan dengan lingkungan dimana fotografer itu berada.
3. Bukan Sesuatu yang Indah
menghubungkan suatu tempat dengan
tempat lain 'jalanan', adalah tempat atau ruang public dimana seorang street
photography berburu moment moment untuk diabadikan. Banyak sekali hal yang bisa
ada rasa disini, dinamika dan ketegangan selalu menjadi teman ketika anda berada
di jalanan. perpaduan antara keduanya yang menjadikan jalanan itu istimewa.
Street photography mempunyai peran sebagai pembelajaran sosial, karena semua
foto foto yang dihasilkan bukan hanya indah melainkan seuatu yang sangat
bermakna. semua yang ada di jalanan dan tanpa kebohongan atau rekayasa.
4. Estetika dari Sesuatu yang Biasa
Banyak hal hal yang biasa atau
polos ( bahan - bahan mentah ) yang bisa anda temukan di jalanan, semua itu
bisa diolah dalam bentuk estetika. sekarang dikenal sebagai estetika banal,
seorang fotografer yang cukup berpengaruh versi Invisible Photographer Asia,
bernama Erik Prasetya yang merumuskan konsep tersebut. Arti dari kata banal
adalah sesuatu yang biasa atau tidak elok.
Bahan bahan mentah yang dimaksud
adalah tentang kecerian, tragedi, emosi, jejak manusia, bisa juga berupa
sampah, coretan coretan di dinding, tanda tanda di jalanan, atau suatu
kejanggalan yang ditemukan di jalan, dan masih banyak lagi. dari semua ini,
kemudian seorang fotografer bisa mengelohan menjadi sesuatu yang indah dan
bermakna.
5. Jangan Tercampur dengan Genre Fotografi Lain
Street photography sering salah
menempatkan karakter fotonya dengan genre foto yang lain. Diantaranya seperti
jurnalistik, travel, dokumentasi dan potrait. semuanya terlihat mirip tetapi
sebenarnya mereka adalah beberapa genre foto yang berbeda karena masing masing
memiliki pola tersendiri dan berbeda juga dari sisi pendekatannya. berikut
penjelasannya :
Jurnalistik
Genre foto ini lebih kepada
kaidah pemberitaan atau peristiwa terbaru. Objek dari gambar yang akan
dihasilkan sudah ditentukan. Daftar apa saja yang akan difoto sudah dikantongi
oleh fotografernya.
Travel
Genre foto ini lebih terfokus
untuk menampilkan identitas atau keunikan dari suatu daerah, seperti kuliner,
pemandangan alam, bangunan atau adat istiadat budaya di tempat tersebut,
dibandingkan menampilkan estetika jalanannya atau emosi.
Dokumentasi
genre foto ini hanya untuk
mendokumentasikan sesuatu. contohnya sebuah perusahaan tambang. tujuan utamanya
sebagai kelengkapan informasi, ini juga sekaligus sebagai batasannya. Karena
dengan tujuan hanya sebagai kelekapan syarat dokumentasi saja fotografer bisa
mengerahkan atau mengatur objek sesuai dengan tujuan yang dimaksud.
Portrait
Genre foto ini adalah harus
semaksimal mungkin untuk bisa mengeluarkan karakter atau sifat dari objek
gambar. di sini peran fotografer lebih dominan, dia bisa mengatur atur
mengarahkan sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan foto atau gambar yang
diinginkan.
TERIMA KASIH







0 Response to "BEBERAPA PENGETAUAN TENTANG DUNIA FOTOGRAFI YANG PERLU ANDA PELAJARI KETIKA INGIN MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL"
Posting Komentar