PEMAHAMAN LENGKAP TENTANG BLOCKCHAIN
Observasi awal
Sebelumnya, kita harus mengetahui seberapa jauh pemahaman kita tentang blockchain.? Banyak sekali sumber informasi untuk bisa kita pelajari mengenai dunia blockchain, dari beberapa penjelasan dari whitepaper serta penyajian konsep tentang blockchain yang merupakan suatu langkah kemajuan teknologi masa depan yang menjadi solusi bagi kehidupan manusia secara finansial kedepannya melalui cryptocurrency. Namun, haruslah kita pahami terlebih dahulu sebelum kita menentukan langkah untuk berkecimpung di dunia blockchain ini terutama cryptocurrency. kita harus bisa memilih dan memilah, mana yang benar benar mengunakan teknologi blockchain yang dimaksud.Cara untuk mengenal blockchain
Tahap 1: kenali nilai guna dari blockchain
banyak fakta yang beredar sekitar hampir satu dekade terakhir mengenai efek guna dari blockchain terutama cryptocurrency. banyak hal telah menjadi sumber solusi untuk mengatasi berbagai macam problem terutama dalam rana finansial. untuk mengenalnya tidak hanya mendengar atau menyimak rumor namun perlu dipahami sesuai dengan prespektif bisnis yang real.Ada kurang lebih 3 keunggulan dari blockchain yang sangat baik
Otentikasi dan validasi data
telah menjadi tempat paten penyimpanan data yang tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun, enkripsi dan tanda tangan digital. blockchain mampu menyimpan data dalam format apapun. blockchain mampu menciptakan pasangan kunci seperti public key dan private key dan juga dapat berfungsi sebagai alat validasi data dan berpotensi menjadi sumber penghasilan masa depan.
Management aset masa depan
Aset masa depan atau crypto yang berupa token atau coin adalah versi digital dari aset dunia nyata misalnya emas, perak, minyak, tanah. Termasuk penerbitan, pembayaran, pertukaran, escrow dan pengelolaan dana pensiun.
Smart contract
smart contract adalah sebuah media (kontrak) yang berfungsi untuk mengkodekan aturan bisnis dalam bahasa yang dapat diprogram ke dalam blockchain dan diberlakukan oleh para peserta jaringan.
Tahap 2: Identifikasi Mekanisme Konsensus yang Paling Cocok
Tapi hari ini ada beberapa sistem buku besar terdistribusi yang menawarkan sejumlah mekanisme konsensus seperti Bukti Kepemilikan (proof of stake), Bizantine Fault Tolerant, Toleransi Kesalahan Byzantine yang Redundan, Toleransi Kesalahan Byzantine yang Sederhana , Konsensus Federasi, Round Robin, Konsensus berbasis Deposito, Federasi Perjanjian Bizantine, Bukti Waktu yang Telah berlalu (Proof of Elapsed Time), Turunan PBFT, dan Delegated Proof of Stake. Blockchain mula-mula digunakan oleh Bitcoin pertama kali, menggunakan mekanisme bukti kerja (proof of work) sebagai mekanisme konsensus.Semuanya bergantung pada kasus penggunaan (use-case) yang kita persiapkan dan kita hanya perlu memilih mekanisme konsensus yang paling masuk akal terhadap bisnis yang akan kita lakukan.
Tahap 3: Identifikasi Platform yang Paling Cocok
Selain tergantung pada mekanisme konsensus yang kita pilih pada tahap 2 diatas, kita perlu memilih platform blockchain yang paling sesuai. Ada banyak platform blockchain di luar sana yang telah tersedia dan kebanyakan dari mereka berasal dari sumber terbuka atau open source.Beberapa platform yang telah populer, dalam urutan abjad adalah:
1. Algopacks
2. BigChainDB
3. Chain Core
4. Corda
5. Credit
6. Domus Tower Blockchain
7. Elemen Blockchain Platform
8. Eris: db
9. Ethereal
10. HydraChain
11. Fabric Hyperledger
12. Hyperledger Iroha
13. Hyperledger Sawtooth Lake
14. Multichain
15. Openchain
16. Quorum
17. Stellar
18. Symbiont Assembly
Tahap 4: Merancang Node
Tanpa dibutuhkannya izin terlebih dahuluu (misalnya Bitcoin, di mana setiap orang dapat menjadi penambang). atau Solusi blokchain dapat digunakan dengan makanisme pemberian izin terlebih dahulu (misalnya, pendaftaran atau registrasi yang dikelola oleh Pemerintah).Solusi blokchain dapat bersifat privat (misalnya sistem manajemen kontrak yang diterapkan di perusahaan farmasi), bersifat publik (misalnya koin kripto yang didukung aset) atau hybrid (misalnya sekelompok bank yang menjalankan platform KYC secara bersama-sama seperti ripple/bankera/bancor).
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan pada tahap ini adalah apakah node akan berjalan di cloud, on-premise atau keduanya. Kemudian konfigurasi perangkat keras seperti prosesor, memori dan ukuran disk juga harus kalian persiapkan. Setelah solusi hardware kaliah pecahkan maka kalian juga perlu memikirkan dan memutuskan akan menggunakan sistem operasi dasar apa untuk teknologi yang sedang kalian persiapkan tersebut (biasanya Ubuntu, CentOS, Debian, Fedora, Red Hat atau Windows).
Tahap 5: Merancang Aturan Blockchain
Kebanyakan platform blockchain membutuhkan konfigurasi terencana yang sangat hati-hati untuk elemen berikut:1. Izin;
2. Penerbitan aset;
3. Penerbitan aset kembali;
4. Atomic Exhcange;
5. Key Management;
6. Multi Signatures;
7. Parameter;
8. Native Assets;
9. Format alamat;
10. Format kunci;
11. Blockchain signature;
12. Hand-shake.
Beberapa parameter bisa diubah pada saat run-time tapi ada yang tidak bisa, jadi tahap ini merupakan langkah yang sangat krusial dan menentukan.
Tahap 6: Membangun API
Beberapa platform blockchain dilengkapi dengan API yang telah dibuat sebelumnya sementara beberapa lainnya tidak. Kategori utama API yang kita perlukan adalah untuk:1. Menghasilkan pasangan kunci dan alamat
2. Melakukan fungsi audit terkait
3. Data authentication melalui tanda tangan digital dan hash
4. Data strage and retrieval
5. Pengelolaan siklus hidup Smart-aset, pembayaran, pertukaran, esklas dan pensiun
6. Smart Contracts
Tahap 7: Merancang Admin dan Interface Pengguna
Pada tahap ini kalian harus memilih ujung depan (front end) dan bahasa pemrograman (misalnya HTML5, CSS, PHP, C #, Java, Javascript, Python, Ruby, Golang, Solidity, Angular JS Nodejs). Kita juga perlu memilih database eksternal (misalnya MySQL, MongoDB) serta server (termasuk server Web, server FTP, server email).Tahap 8: Menambahkan Nilai Teknologi Masa Depan
Terakhir, kalian dapat meningkatkan kekuatan solusi Blockchain dengan mengintegrasikan dengan teknologi-teknologi lain seperti Kecerdasan Buatan, Biometrik, Bot, Cloud, Layanan kognitif, Containers, Analisis Data, Internet of Things dan Pembelajaran Mesin untuk dapat meningkatkan daya saing produk kalian. Hal ini merupakan hal yang penting namun biasanya tidak serius dilakukan, apa yang membuat gojek lebih cepat berkembang di Indonesia daripada para pesaingnya adalah karena mereka memikirkan nilai tambah terus-menerus pada produk yang mereka miliki.Masalah & tantangan
Setelah memahami langkah-langkah tersebut diatas, perlu kiranya kalian melakukan identifikasi masalah utama blockchain yang mungkin saja dapat kalian perbaiki di masa mendatang. Penuhi otak kalian dengan pengetahuan yang lengkap dan konkrit, bukan saja mengikuti trend yang sedang hype, namun tetap melengkapi diri dengan sikap skeptisisme yang sehat dalam menganalisa sebuah perkembangan teknologi.Masalah & hambatan blockchain
Sebenarnya teknologi Blockchain juga masih memiliki sejumlah keterbatasan dan kekurangsiapan untuk digunakan sebagai interaksi digital secara masif. Mungkin inilah yang dimaksud oleh Satoshi Nakamoto pada email terakhirnya kepada salah satu developernya di tahun 2011, “I’ve moved on to other things. Its’ in good hands with Gavin and everyone”. Ya, mungkin saja dia telah melihat kelemahan ini dan sedang terus mencoba memperbaikinya disuatu tempat.Adapun kelemahan yang berupa hambatan dan permasalahan yang dimiliki Blockchain saat ini adalah:
Tingkat Kompleksitas
Sebagai suatu hal yang baru dan terus dikembangkan, Blockchain menawarkan otak kita berbagai kosakata yang baru dan sangat susah untuk dipahami. Untuk alasan itulah cryptolocho hadir untuk memberikan gambaran dan pengertian sebagaimana pada artikel kategori blockchain pada situs ini.Selain dari sisi pemahaman verbal, blockchain juga telah membawa bahasa persandian atau kriptografi menjadi sesuatu hal yang mainstream. Namun, tetaplah kriptografi bukanlah seperti krupuk yang semua orang bersedia memakannya dengan senang hati. Tetap dibutuhkan dedikasi dan waktu untuk memahami teknologi ini.
Ukuran Jaringan
Blockchain dan semua jaringan sistem terdistribusi membutuhkan jaringan yang sangat luat untuk membuat mereka anti terhadap serangan para penjahat-penjahat digital. Jika sebuah blockchain tidak terdiri dari jaringan yang kuat dengan grid node yang terdistribusi secara luas, akan sulit untuk mendapatkan manfaat blockchain secara keseluruhan.Lalu apa imbas besarnya jaringan? Woho, pastinya adalah kapasitas hardware para minernya dan pasokan listrik yang mereka butuhkan, yang mau tidak mau akan berimbas kepada biaya transaksi.
Biaya dan Kecepatan Transaksi
Belum lagi nanti jika keseluruhan suplai bitcoin yang 21 juta itu telah habis ditambang. Para penambang hanya akan mendapatkan bayaran dari proses verifikasi transaksi, tidak ada bitcoin baru yang bisa ditambang lagi, bisa bayangkan berapa harga tiap transaksi dan kecepatan transfernya?
Human Error
Jika blockchain digunakan sebagai database, maka informasi yang masuk ke database perlu berkualitas tinggi. Data yang tersimpan pada blockchain menjadi tidak dapat dipercaya secara inheren, jadi setiap kejadian harus dicatat secara akurat terlebih dahulu.Ungkapan ‘sampah masuk, sampah keluar’ berlaku dalam sistem rekaman blockchain, sama seperti database terpusat.
Cacat Keamanan Yang Tak Dapat DIhindari
Ada satu kelemahan keamanan yang mencolok pada bitcoin dan blockchain lainnya: jika lebih dari separuh komputer yang bekerja untuk melayani jaringan node melakukan suatu kebohongan/fraud, maka kebohongan tersebut akan menjadi kenyataan. Ini disebut ‘51% attack ‘ dan sudah disorot oleh Satoshi Nakamoto saat pertama kali meluncurkan bitcoin.Untuk alasan ini, mining pools bitcoin perlu dipantau secara ketat oleh masyarakat pengguna, untuk memastikan tidak ada orang yang tidak sadar untuk terpengaruh jaringan yang berupa fraud semacam itu.
Politik
Karena protokol blockchain menawarkan kesempatan untuk mendigitalkan model pemerintahan dan karena para penambang pada dasarnya dapat membentuk model tata kelola insentif, maka akan ada banyak penolakan publik yang merasa dirugikan dari adanya teknologi ini.Ketidaksepakatan ini adalah fitur penting dari industri blockchain dan dinyatakan paling jelas seputar pertanyaan atau peristiwa ‘forking’ blockchain, sebuah proses yang melibatkan pembaharuan protokol blockchain ketika sebagian besar pengguna blockchain telah menyetujuinya.
Perdebatan ini bisa sangat teknis, dan terkadang terkesan dipanas-panaskan, namun juga sangat informatif bagi mereka yang tertarik dengan perpaduan antara demokrasi, konsensus dan peluang baru untuk eksperimen pemerintahan yang teknologi blockchainnya terbuka.



0 Response to "PEMAHAMAN LENGKAP TENTANG BLOCKCHAIN"
Posting Komentar